
Merauke — Di tengah kemarau panjang yang melanda Merauke, Da’i Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Ustadz Agus Siswanto, S.AP., memimpin pelaksanaan Shalat Istisqa (shalat minta hujan) di Masjid Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, Jum’at, (18-09-2026).
Shalat sunnah yang diikuti oleh petugas Lapas dan ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon diturunkannya hujan dan rahmat dari Allah SWT.
Dalam khotbahnya, Ustadz Agus Siswanto menegaskan bahwa Shalat Istisqa pada intinya adalah ajakan untuk merendahkan diri, bertobat, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Ia menyampaikan lima hikmah penting dalam Istisqa :
- Taubat dan Istighfar sebagai Kunci Utama
Musibah kekeringan, kata dia, sering kali terjadi akibat dosa dan kelalaian manusia serta rusaknya alam. Solusinya adalah istighfar yang tulus agar pintu langit dan rahmat Allah kembali dibuka. Ia mengutip (QS. Nuh ayat 10-11). - Mengingat Kekuasaan Allah dan Lemahnya Manusia
Air adalah sumber kehidupan yang sepenuhnya dalam kendali Allah SWT. Secanggih apa pun teknologi manusia, tanpa rahmat-Nya, manusia tetaplah makhluk yang lemah dan tak berdaya. - Memperbaiki Hubungan Sesama Manusia (Hablum Minannas)
Khatib mengajak jemaah, khususnya warga binaan, untuk membersihkan hati dari penyakit batin seperti sombong, iri, dan dengki, menyelesaikan perselisihan, dan memperbanyak sedekah. Kepedulian sosial adalah jalan mengundang ridha Allah. - Menjaga dan Melestarikan Alam
Shalat minta hujan juga menjadi refleksi ekologis. Manusia diingatkan untuk tidak berbuat kerusakan di bumi, seperti menebang pohon sembarangan dan mencemari lingkungan yang menjadi pemicu bencana kekeringan. - Tahwil Ar-Rida (Membalikkan Selendang)
Di akhir khotbah, Ustadz Agus, diikuti oleh Jamaah yang hadir melaksanakan sunnah membalikkan selendang/sorban dari kanan ke kiri. Gerakan simbolis ini bermakna do’a dan harapan agar Allah SWT mengubah keadaan dari paceklik dan kekeringan menjadi masa yang subur dan penuh berkah.

“Istisqa bukan sekadar meminta hujan, tapi momentum muhasabah. Mari kita perbanyak taubat, jaga hubungan dengan sesama, dan jaga alam. InsyaAllah, dengan itu Allah akan menurunkan pertolongan-Nya,” pesan Ustadz Agus Siswanto di hadapan jamaah Lapas.
Pihak Lapas Merauke berharapkan kegiatan ini dapat memperkuat keimanan dan menjadi pengingat untuk terus mendekat kepada Allah SWT dalam kondisi apapun.
